BIMWIN KUA Mandai: Bekali 20 Pasang Calon Pengantin Bangun Rumah Tangga Berkualitas

Mandai (Kemenag Maros) – Sebanyak 20 pasang calon pengantin mengikuti kegiatan Bimbingan Perkawinan (BIMWIN) yang diselenggarakan oleh KUA Mandai pada Rabu, 3 Juni 2026, bertempat di Aula Kantor KUA Mandai. 

Kegiatan ini merupakan upaya KUA Mandai dalam membekali calon pengantin dengan pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman yang diperlukan untuk membangun kehidupan rumah tangga yang harmonis, sakinah, mawaddah, warahmah, serta berkualitas.

Kegiatan BIMWIN dibuka dengan penyampaian materi oleh dua penyuluh agama KUA Mandai, yaitu Hamzah dan Nurdalia. Dalam paparannya, peserta diberikan pemahaman mengenai hak dan kewajiban suami istri, pentingnya komunikasi dalam keluarga, pengelolaan konflik rumah tangga, serta nilai-nilai keagamaan yang menjadi landasan dalam membangun keluarga yang kokoh dan bahagia.

Selain materi keagamaan dan kehidupan berkeluarga, peserta juga mendapatkan edukasi kesehatan reproduksi dan kesehatan keluarga dari Hasnia selaku pemateri dari Puskesmas. 

Materi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran calon pengantin tentang pentingnya menjaga kesehatan sebelum dan sesudah menikah sebagai salah satu faktor pendukung terwujudnya keluarga yang sehat dan sejahtera.

Sementara itu, Darmawati dari BKKBN menyampaikan materi terkait perencanaan keluarga, pencegahan stunting, serta pentingnya mempersiapkan kehidupan berkeluarga secara matang. Melalui materi tersebut, calon pengantin diharapkan mampu merencanakan masa depan keluarga yang lebih baik dan berkualitas.

Kepala KUA Mandai menyampaikan bahwa BIMWIN merupakan salah satu program strategis Kementerian Agama dalam mempersiapkan calon pengantin agar memiliki kesiapan mental, spiritual, sosial, dan kesehatan sebelum memasuki jenjang pernikahan.

“Dengan bekal yang diperoleh melalui kegiatan ini, diharapkan calon pengantin dapat membangun rumah tangga yang kokoh, harmonis, dan menjadi teladan di tengah masyarakat,” jelas Kepala KUA, Muh. Tang, di ruang kerjanya.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Para peserta aktif mengikuti setiap sesi materi dan diskusi sebagai bentuk kesungguhan dalam mempersiapkan diri menuju kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah, dan berkualitas (Abu Dzar).